Evaluasi Gejala Mandiri

Kenali Kondisi Tubuh Anda

Jawab beberapa pertanyaan singkat di bawah ini. Sistem kami akan membantu mengevaluasi apakah gejala Anda mengarah pada risiko malaria berdasarkan panduan medis resmi.

⚠️ Bukan Pengganti Dokter

Fitur ini diciptakan untuk memandu Anda mengenali kapan harus segera pergi ke klinik atau rumah sakit. Keputusan akhir mengenai penyakit dan obat tetap menjadi wewenang penuh dokter.

Gejala Awal
Riwayat
Tanda Bahaya

! Profil Pasien Wajib Diisi

Usia dan jenis kelamin mempengaruhi tingkat risiko dan rekomendasi penanganan.

A

Keluhan Utama

Berdasarkan pedoman gejala klinis malaria

Apakah Anda sedang demam saat ini, atau sempat mengalami demam dalam 7 hari terakhir?

Keluhan tambahan apa lagi yang Anda rasakan?

Anda bisa memilih lebih dari satu.

🤕 Sakit kepala
🤢 Mual / Muntah
💧 Diare
💪 Nyeri tulang / Pegal
B

Riwayat Perjalanan & Aktivitas

Untuk melacak potensi gigitan nyamuk

Pernahkah Anda bepergian atau tinggal di daerah endemis malaria di Indonesia baru-baru ini?

Contoh: Papua, Maluku, atau NTT

Apakah Anda memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri (terutama daerah tropis)?

Contoh: Benua Afrika atau negara Asia Tenggara lainnya

Apakah Anda pernah didiagnosis sakit malaria sebelumnya di masa lalu?

Apakah dalam 1 bulan terakhir Anda mengonsumsi pil/obat khusus malaria?

Apakah Anda baru saja menerima donor/transfusi darah?

Pernahkah Anda menginap, berkemah, atau bekerja di dalam kawasan hutan baru-baru ini?

C

Tanda Peringatan Darurat

Deteksi Dini Malaria Berat

⚠️ Perhatikan baik-baik. Jika Anda menjawab "Ya" pada salah satu pertanyaan di bawah, itu adalah tanda bahaya medis. Jangan menunda untuk pergi ke rumah sakit.

Apakah penderita tampak sangat kebingungan, bicara meracau, atau bahkan pingsan (penurunan kesadaran)?

Apakah penderita mengalami kejang-kejang pada tubuhnya?

Apakah tubuh terasa teramat sangat lemas (sampai tidak sanggup untuk sekadar duduk atau menelan air)?

Apakah Anda mengalami sesak napas atau napas yang terasa sangat berat/cepat?

Coba cek air seni Anda. Apakah warnanya berubah menjadi sangat gelap (seperti teh pekat atau coklat kehitaman)?

Apakah bagian putih mata atau kulit penderita tampak berubah menjadi kekuningan?

Apakah penderita mengalami perdarahan yang tidak wajar?

Contoh: mimisan terus-menerus, gusi berdarah, muntah darah, atau buang air besar/kecil bercampur darah segar

⚠️ Dapat menandakan DIC (gangguan pembekuan darah) — kondisi darurat yang mengancam jiwa

Apakah produksi air seni penderita menurun drastis atau bahkan tidak buang air kecil sama sekali dalam 12–24 jam terakhir?

⚠️ Ini adalah tanda Gagal Ginjal Akut — ginjal yang berhenti bekerja akibat sumbatan oleh parasit malaria

Apakah penderita mengalami muntah terus-menerus dan sama sekali tidak bisa menelan makanan, minuman, atau obat?

⚠️ Jika obat anti-malaria tidak bisa ditelan, parasit terus berkembang biak. Pasien WAJIB dirawat inap untuk mendapat injeksi Artesunat.

Coba perhatikan telapak tangan, bibir, atau bagian dalam kelopak mata penderita. Apakah terlihat pucat pasi yang ekstrem (sangat putih, bukan hanya sedikit pucat)?

⚠️ Tanda Anemia Berat — sel darah merah hancur masif oleh parasit. Terutama berbahaya pada balita dan ibu hamil karena dapat memicu gagal jantung.

Pertanyaan yang sengaja tidak dijawab akan kami asumsikan sebagai "Tidak".